Memiliki satu unit properti dengan model timeshare membutuhkan keputusan besar. Tidak banyak yang mengetahui tipe-tipe kontrak timeshare. Selain karena masih belum banyak referensi edukasinya, juga model properti timeshare masih belum familiar di masyarakat.

Pada dasarnya, praktik properti timeshare adalah berbagi satu unit apartemen pada sejumlah penghuni dalam jangka waktu tertentu. Sehingga, penghuni bisa menempati satu unit tersebut selama 1 hari pada 1 tahun dalam jangka waktu 50 tahun. Artinya, penghuni berkesempatan menempati apartemen timeshare sebanyak 50 kali dalam 50 tahun.

Selain mengetahui jenis-jenis kepemilikan apartemen, pembeli juga perlu mengetahui tipe kontrak timeshare. Hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan sebelum membeli dan menyewa apartemen timeshare? Berikut pembahasannya.

  1. Kontrak akta bersama (share deeded contracts)

 

Kontrak ini membagi kepemilikan properti dengan semua orang yang terlibat dalam timeshare. Di sini, setiap pemilik terikat pada jangka waktu tertentu, misalnya mingguan. Artinya, jika ada 52 minggu dalam setahun, maka perusahaan properti timeshare akan menjual satu unit apartemen ke 52 pemilik yang berbeda.

Jenis kepemilikan dengan kontrak akta bersama tidak kedaluwarsa. Selain itu, unit apartemen timeshare juga dapat dijual, atau diberikan ke orang lain.

Meskipun demikian, satu unit apartemen timeshare yang disahkan melalui kontrak akta bersama harus disetujui oleh pemilik lainnya. Lalu bagaimana gambarannya?

Misalnya, jika satu unit apartemen timeshare sebelumnya dimiliki oleh orang tua kandung dan diwariskan pada tiga anaknya. Namun apartemen tersebut akan direnovasi oleh putri pertama. Maka, renovasi ini harus disetujui dua saudara lainnya, bukan? Artinya, perlakuan terhadap satu unit apartemen tersebut tidaklah sebebas yang seperti memiliki apartemen pada umumnya.

2.Bagi sewa (shared leased)

 

Sama halnya dengan kontrak akta bersama, bagi sewa (shared leased) juga memiliki aturan yang sama. Namun ini berlaku hanya untuk penyewaan saja dan di satu lokasi yang sama. Bagi sewa pun memiliki batas waktu yang ditentukan, misalnya 20 tahun atau ketika pemilik meninggal. Setelah batas waktu itu, kepemilikan apartemen pun diputus.

Dengan demikian, kamu tidak perlu bingung lagi menandatangani dan menyetujui surat kontrak pembelian atau penyewaan apartemen timeshare. Kenali jenis kontrak tersebut agar hak-hak kamu sebagai konsumen tetap terjamin.

Nah, sudah tahu kontrak apartemen timeshare yang ingin kamu kehendaki? Komunikasikan dengan agen properti timeshare kami di  website kami di https://timeshare-property.id/contact/ untuk mengetahui informasi lebih lanjut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

field markup opt-in field markup

© Timeshare property indonesia | Miliki timeshare property murah ditengah kawasan wisata
Loading quick view